Sabtu, 21 Agustus 2010 09:31 WIB News Share :

Seorang guru dipecat, gara-gara komentar di Facebook

Jakarta–Seorang guru SMU diminta mundur setelah memposting komen konyol di Facebook. Guru ini dapat pelajaran, wall Facebook bukan media untuk mengomentari murid dan orang tua.

Talvitie-Siple, guru matematika dan sains sekolah itu dipaksa mengundurkan diri setelah orang tua murid menemukan komentar yang menggambarkan murid sebagai “kantong kuman” dan orang tua “sombong” dan “arogan”.

Dua orang tua murid mengetahui hal ini, dan mengirimkan email yang memaksa agar Talvitie-Siple mengundurkan diri.

“Orang tua itu melakukan hal yang sangat tidak pantas,” kata Talvitie-Siple pada ABCNews seperti dilansir inilah.com.

“Namun, saya mempermalukan orang tua murid, sekolah dan jika saya menjadi dia, mungkin saya akan melakukan hal yang sama.”

Guru 54 tahun itu mengatakan posting itu hanya untuk teman-temannya saja. Dia tidak sadar pengaturan Facebooknya membuat komentarnya tampak bagi semua orang.

Dalam salah satu postingnya dia bercanda dengan temannya, dan menyebut muridnya “kantong kuman” karena lelah akan muridnya yang selalu absen karena sakit.

Dia juga mengatakan pernah sakit selama 6 bulan dan kembali sakit setelah bertemu muridnya.

“Saya masuk tahap ketiga mengonsumsi antibiotik dan saya ingat mengapa saya tidak mengajar,” katanya.

“Hal itu adalah fakta mengapa saya sakit sehingga saya memutuskan bahwa saya tidak memiliki daya tahan kuat atas infeksi saluran pernapasan saya, maka dari itu saya ambil aspek lain pendidikan itu.”

inilah/rif

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…