Sabtu, 21 Agustus 2010 10:17 WIB Ekonomi Share :

Pertamina akan berikan sanksi terhadap SPBU nakal

Bengkulu–Pertamina Depo Bengkulu akan memberikan sanksi terhadap SPBU yang tidak melayani masyarakat dalam hal pengisian BBM.

Sanksi yang akan diberikan itu mulai dari pengurangan jatah pasokan BBM, hingga rekomendasi pencabutan izin usaha, kata Kepala Wira Penjualan Pertamina Depo Pulau Baai Bengkulu Damba, Sabtu (21/8).

Pelayanan terhadap masyarakat umum itu lebih diutamakan terlebih dalam menghadapi Lebaran dan tahun 2010 ini, namun nyatanya ada beberapa satuan pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dikeluhkan masyarakat akibat kurang pelayanan.

Bagi SPBU yang memperjualbelikan  BBM diluar aturan atau melayani perusahaan swasta dalam jumlah banyak, bila terbukti akan diberikan sanksi tersebut. Bila sudah diberikan beberapa kali teguran tidak digubris, maka akan diberikan tindakan tegas dengan cara mencabut izin usahanya, indikasi itu sangat berpeluang terjadi di Bengkulu.

“Pihak Pertamina akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kepolisian, Disperindag hingga pemerintah daerah setempat, sama-sama memantau langsung kelapangan SPBU mana saja yang dianggap masih membandel tersebut,”katanya.

Dari beberapa SPBU sudah tergolong nakal itu antara lain terdapat di Sukaraja, Kabupaten Seluma Siang hari SPBU tersebut dinyatakan tutup oleh pegawainya, tetapi diketahui pada pukul 23.00 malam hari petugasnya mengisi jerigen-jerigen dalam jumlah banyak.

Modusnya penerangan di SPBU tersebut dimatikan dengan maksud agar kegiatannya tidak diketahui orang lain.

Masih banyak SPBU yang memperjualbelikan  BBM pada pembeli jerigen, mengurangi takaran hingga menjual minyak pada industri, padahal untuk industri sudah ada jatah khusus dan harga tersendiri.

“Kami tidak akan main-main untuk menindak SPBU nakal tersebut, apalagi saat ini sedang menghadapi persiapan arus mudik dan balik lebaran. Ketersediaan BBM di hari tersebut mutlak terpenuhi, sesuai instruksi presiden,” tegasnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…