Sabtu, 21 Agustus 2010 13:38 WIB Ekonomi Share :

Mendag
Pedagang jangan timbun barang

Medan–Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu meminta para pedagang di Sumatera Utara dan daerah lain tidak memanfaatkan permintaan yang meningkat dengan menimbun barang kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri karena bisa menyebabkan kenaikan harga jual.

“Pedagang jangan memanfaatkan permintaan yang meningkat dengan mencoba atau bahkan melakukan penimbunan barang,” katanya ketika melakukan kunjungan ke Pasar Petisah bersama sejumlah menteri lain untuk melihat kondisi pasar dan harga jual menjelang Idul Fitri 2010 di Medan, Sabtu (21/8).

Pemerintah sendiri, kata dia, sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menekan harga jual di pasar agar konsumen tidak terlalu diberatkan. Salah satu langkah itu adalah melakukan perasi pasar (OP) serta meminta semua jajaran khususnya di pelabuhan memperlancar arus masuk dan keluar barang..

“Pemerintah berkomitmen untuk selalu mengupayakan kestabilan harga setiap terjadi lonjakan harga jual di pasar seperti yang selalu terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri,” katanya.

Dia mengakui, setiap menjelang hari besar keagamaan  permintaan di pasar akan meningkat minimal sekitar 10 persen sehingga memicu pedagang melakukan spekulasi dengan menimbun barang atau menaikkan harga jual.

Menko  Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, pemerintah sudah mengintruksikan berbagai institusi untuk mendukung kelancaran lalu lintas barang khsusunya sembako menjelang Idul Fitri.

Semakin lancar arus masuk dan keluar barang, harga jual di pasar bisa ditekan. “Kalau-pun terjadi kenaikan harga jual, tidak terlalu besar,” katanya

ant/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…