Sabtu, 21 Agustus 2010 21:52 WIB Sukoharjo Share :

Makanan berformalin kembali marak

Sukoharjo (Espos)--Makanan yang mengandung formalin ditengarai  kembali marak beredar di pasar tradisional pada Bulan Ramadan ini.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menengarai adanya makanan yang mengandung formalin setelah tim dari Disperindag menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di dua pasar tradisional yakni Pasar Sukoharjo dan Pasar Nguter, Sabtu (21/8).

Mengantisipasi agar makanan yang mengandung zat berbahaya tersebut tidak lagi beredar, Disperindag berencana menggelar Sidak lanjutan bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) serta Satpol PP.

Berdasar pantauan tim Disperindag di Pasar Sukoharjo, makanan yang ditengarai mengandung formalin di antaranya cincau serta nata de coco.

Kecurigaan itu muncul lantaran kedua jenis makanan tersebut ketika ditekan tidak mudah hancur melainkan keras.

Menurut keterangan sejumlah anggota tim, cincau serta nata de coco yang sehat ketika ditekan mudah sekali hancur. Bukan sebaliknya ketika ditekan masih utuh dan sulit sekali hancur.

Salah seorang penjual, Sulami mengatakan, tidak tahu bahan baku apa saja yang digunakan untuk membuat cincau.

“Saya dapatnya cincau ini ya beli dari orang. Yang membuat siapa saya tidak tahu sehingga kalau ditanya bahannya apa, saya juga tidak tahu,” ujarnya kepada anggota tim.

aps

lowongan kerja
lowongan kerja MUHAMMADIYAH PK KOTTABARAT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…