Sabtu, 21 Agustus 2010 11:53 WIB News Share :

Lapan
Benda misterius di Cirebon bukan meteor

Jakarta--Setelah melakukan penelitian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memastikan bahwa benda langit yang bikin heboh warga Cirebon itu ternyata bukanlah meteor.

Dari penelitian di Cirebon, Lapan menemukan bahwa tidak ada saksi yg menjelaskan jatuhnya benda bercahaya dari langit sebagaimana diberitakan selama ini. Sehingga belum bisa dipastikan kalau itu benda angkasa.

Lalu dari mana api dan bau belerang yang dicium warga. Lapan menyimpulkan bahwa bau belerang dan api biru  berasal dari belerang terbakar.  Bau belerang itu mirip bau lava panas di kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Lempeng dan sampel lain yang dikumpulkan polisi berbau belerang. Saya yakin itu belerang beku yg bercampur pasir yang digunakan untuk memadamkan api,” ujar Profesor  Dr Thomas Djamaludin, ahli Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Sabtu (21/8).

Lalu darimana sumber api yang dipadamkan itu? Lapan sedang meneliti hal itu. “Pastinya bukan dari antariksa. Jadi ‘meteor’ Cirebon sesungguhnya bukan meteor,” ujarnya lagi.

Sebelumnya LAPAN menganilisa bahwa benda yang meluncur ke Bumi pada Rabu 18 Agustus 2010 sekitar pukul 20.30 WIB, adalah benda asing yang terbakar dan diselimuti api berwarna biru.

Benda itu menimbulkan suara bergemuruh hebat saat terhempas di kompleks Pabrik Gula Tersana Baru, Babakan, Kabupaten Cirebon. Di lokasi tempat ia jatuh, muncul cekungan berdiameter sekitar satu meter.

Seperti disampaikan Djamaluddin sebelumnya, masih terbuka tiga kemungkinan tentang apa pastinya benda misterius itu. Kemungkinan pertama, ini adalah meteorit dari jenis yang belum dikenal. Kedua, benda itu adalah sampah antariksa. Dan ketiga, bisa jadi benda itu adalah objek bumi menyala yang terlontar atau dilontarkan.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…