Sabtu, 21 Agustus 2010 17:40 WIB Hukum Share :

Kronologi tawuran warga di Tual yang tewaskan Ridwan

Jakarta--Ridwan Salamun tewas ketika meliput tawuran antar warga di Tual, Maluku Tenggara. Jurnalis televisi itu dikeroyok secara brutal oleh salah kelompok yang terlibat tawuran. Berikut kronologi peristiwa berdarah itu.

Tawuran berawal dari masalah sepele antar dua kelompok pemua desa yang bertetangga. Seorang pemuda dari Desa Bandaeli menegur pemuda Desa Tigitan karena berkendara sepeda motor secara ngebut sehingga membuat bising yang menganggu salat tarawih.

Teguran ini berbuah rasa tersinggung. Buntutnya si pemuda pengendara sepeda motor yang ditegur itu lantas mengerahkan kawan-kawan dari desanya untuk melampiaskan rasa tersinggungnya.

“Polisi sudah berusahan mencegah, tetapi kewalahan, tidak mampu mengimbangi banyaknya massa,” kata Kadivhumas Polri Brigjen Iskandar Hasan kepada detikcom, Sabtu (21/8).

Berikut kronologi kejadian versi polisi terkait bentrokan warga yang menyebabkan Ridwan tewas;

16 Agustus
Saat salat taraweh seorang pemuda Kampung Bandaeli menegur pemuda Desa Tigitan Kecamatan Dula Utara yang melintas karena ngebut memakai sepeda motor bersuara bising.

19 Agustus
Terjadi pelemparan di Bandaeli diduga dilakukan oleh pemuda Kampung Tigitan akibatnya beberapa rumah rusak.

20 Agustus
Selepas salat Jumat tokoh dari dua desa bermusyawarah untuk menghentikan pertikaian dan sepakat didirikan posko yang dijaga Polres dan Polsek Maluku Tenggara.

21 Agustus
Antara pukul 06.00-07.00 WIT kelompok Bandaeli menyerang ke Tigitan dan terjadi bentrok massa. Petugas polisi yang berjaga di posko berusaha untuk menghalangi, tapi kewalahan.

“Pada saat bentrok terjadi, saudara Ridwan Salamun ditikam tombak bagian badan dan ditebas parang dari belakang. Diduga dilakukan oleh kelompok Tigitan,” tutur Iskandar.

Melihat ada korban yang tergelak dengan luka parah, polisi bergegas memberi pertolongan. Ridwan dilarikan ke RS terdekat dan sempat mendapat penanganan medis.

“Tapi nyawanya tidak tertolong lagi. Kasus ini diusut Polres Maluku Tenggara. Para pelaku masih dalam penyelidikan,” sambung Iskandar.

dtc/nad

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Industri Kreatif dan Daya Saing Bangsa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (28/6/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, seorang pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Industri kreatif bangsa Indonesia terus bergerak menjadi kekuatan budaya yang mampu…