cabai
Sabtu, 21 Agustus 2010 15:10 WIB Ekonomi Share :

Harga cabai terjun bebas

Jakarta–Mungkin ini merupakan kabar gembira bagi Anda penggemar masakan pedas. Pasalnya, harga cabai mulai turun drastis pada sepekan terakhir ini.

Berdasarkan pantauan detikFinance di Pasar Rawamangun, harga cabai terjun bebas ke harga Rp 25.000/kg. Padahal bulan lalu harga cabai ini sempat melambung di harga Rp 40.000/kg saat menjelang bulan puasa.

Rifo, salah seorang pedagang cabai di Pasar Rawamangun ini menyatakan saat ini pasokan cabai sedang banyak. Karena banyaknya daerah penghasil cabai yang sedang panen.

“Sepekan ini turun karena panen banyak jadi harga murah,” ujarnya di sela melayani pembeli, Sabtu (21/8).

Hal serupa juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Harga bawang merah turun Rp 2.000 dari Rp 16.000/kg menjadi Rp 14.000/kg. Begitu juga dengan pasangannya, harga bawang putih bahkan turun Rp 4.000 dari Rp 28.000/kg menjadi Rp 24.000/kg.

Rifo mengakui harga tinggi masih dialami cabai rawit merah yang harga per kilogram mencapai Rp 60.000. Sedangkan, cabai rawit hijau juga stabil pada harga Rp 16.000/kg.

“Yang tinggi itu cabai rawit merah, bertahan di Rp 60.000 per kilogram,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui terjadi penurunan harga pada kebutuhan pokok seperti daging ayam, telur, dan cabai. Komoditi tersebut mulai turun sekitar 10-15% memasuki awal pekan kedua puasa setelah sebelumnya harganya melonjak.

“Beberapa hari sebelum puasa cabai, daging ayam, telur dan daging sapi naik dengan cepat. Tapi setelah beberapa hari puasa ternyata harga turun sekitar 10-15%,” ujar Mari.

Dari sejumlah kebutuhan bahan pokok, beras merupakan komoditas yang harganya belum mengalami penurunan. Sementara daging sapi, meskipun turun namun harganya masih cukup tinggi karena penurunannya tidak besar.

“Tapi ini masih sesuai dengan tren musiman. Jadi tidak perlu khawatir, karena stok cukup sampai akhir puasa, lebaran dan akhir tahun,” paparnya.

dtc/rif

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO¬†— Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…