Sabtu, 21 Agustus 2010 14:56 WIB Internasional Share :

Gadis albino dibunuh untuk ritual ilmu sesat

Jakarta–Seorang gadis albino asal Swaziland ditembak mati di depan teman-temannya. Sadisnya, kepala gadis itu dipenggal pelaku sebagai ritual ilmu sesat.

Mengutip Telegraph, Sabtu (21/8), gadis yang dibunuh ini bernama Banele Nxumalo. “Apa yang terjadi dengan anak saya sungguh menyakitkan. Saya masih tak percaya kenapa penderita albino harus menjadi target pembunuhan. Mereka hanya manusia biasa seperti kita dan merupakan hadiah dari Tuhan,” kata sang ayah yang bernama Luke Nxmualo.

Anak perempuan ini sedang mencuci pakaian dan mandi di sungai bersama teman-temannya. Saat berjalan pulang, seorang pria bertubuh tertutup tiba-tiba menarik Banele. Saat teman-temanya menoleh, pria ini kemudian menembak Banele dari belakang sebelum menyeret tubuh gadis berusia 11 tahun ini.

Polisi menemukan tubuh Banele tanpa kepala di hulu sungai. Pihak berwenang menilai peristiwa ini bagian dari serangkaian kasus pembunuhan penderita albino di Afrika. Albino merupakan kondisi pigmentasi kulit yang langka.

Polisi juga yakin anak-anak menjadi target karena adanya keyakinan sekelompok anggota ilmu sesat bahwa darah dan bagian tubuh penderita albino dapat membawa keberuntungan jika dicampur dengan beberapa ramuan.

Kepercayaan ilmu sesat atau hitam seringkali menimbulkan korban nyawa dan penjualan manusia. Baru-baru ini, seorang pria ditahan selama 17 tahun di Tanzania karena menculik dan mencoba menjual seorang pria albino.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…