Sabtu, 21 Agustus 2010 18:37 WIB News Share :

Fadel tak setuju petugas DKP di perbatasan dipersenjatai

Jakarta--Untuk antisipasi, petugas Dinas Kelautan dan Perikanan yang berjaga di perbatasan wilayah diusulkan diberi senjata.

Namun Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad tidak menyetujui usulan itu.

“Nanti malah ada semakin banyak ribut-ribut. Lebih baik nggak usah,” kata Fadel usai diskusi di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (21/8).

Fadel mengatakan, hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian seperti yang menimpa tiga petugas DKP adalah dengan meningkatkan koordinasi antar Polri dan TNI Angkatan Laut (AL). Kegiatan kini sedang ditingkatkan.

“Koordinasinya lebih baik di bawah Menko Polhukam,” kata mantan Gubernur Gorontalo itu.

Sementara itu Humas Kementerian Pertahanan Brigjen Wayan Modhio mengatakan, saat ini sudah ada 150 kapal yang bersiaga di perbatasan. TNI AL tentu akan terus meningkatkan koordinasi penjagaan dengan petugas DKP.

“Dan hal ini tidak perlu disangsikan TNI AL sudah melakukan kegiatan tersebut,” katanya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…