Sabtu, 21 Agustus 2010 21:46 WIB News Share :

Dewan Pers
Wartawan bukan musuh siapa-siapa

Jakarta--Tewasnya jurnalis televisi, Ridwan Salamun, akibat dikeroyok warga adalah modus baru ancaman kebebasan kebebasan pers.

Presiden SBY harus lebih tegas mengintruksikan aparat keamanan dan mengajak masyarakat menjaga kemerdekaan pers.

Demikian kata Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri, Bekti Nugroho, tentang tragedi di Tual, Maluku Tenggara. Hal ini disampaikannya kepada detikcom dalam pembicaraan telepon, Sabtu (21/8).

“Presiden harus lebih decisive dalam membela dan menjaga kemerdekaan pers. Intruksikan ke semua pihak ikut menjaga keamanan wartawan sebab wartawan bukan musuh siapa-siapa, dia soulmate bagi masyarakat,” ujar Bekti.

Jurnalis televisi senior ini tidak meragukan komitmen pemerintah mendorong kemerdekaan dan kebebasan pers.

Di dalam berbagai kesempatan, tak terhitung sudah berapa kali Presiden SBY menegaskan kepedulian dan dukungan terhadap kemerdekaan pers.

“Tapi statemen beliau seolah dianggap sepi aparat di bawahnya sehingga sering terjadi kekerasan terhadap pekerja pers,” sesal Bekti.

dtc/nad

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Industri Kreatif dan Daya Saing Bangsa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (28/6/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, seorang pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Industri kreatif bangsa Indonesia terus bergerak menjadi kekuatan budaya yang mampu…