Jumat, 20 Agustus 2010 15:21 WIB News Share :

Senjata M-16 & AK-47 bisa saja selundupan

Jakarta–Senjata M-16 dan AK-47 yang dipakai kawanan perampok Bank CIMB Niaga merupakan senjata organik yang biasa digunakan anggota TNI/Polri.

Namun selain TNI-Polri, senjata M-16 & AK-47 bisa didapat secara ilegal.

“Senjata itu ada juga yang digunakan TNI/Polri. Bisa saja ada yang masuk dari luar negeri melalui selundupan. Itu produksi China dan Jerman,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Baharudin Djafar kepada detikcom, Jumat (20/8).

Mengenai bukti proyektil peluru dari senjata tersebut masih diperiksa di forensik Polda Sumut. Polri masih terus berkoordinasi dengan TNI untuk menelusuri kepemilikan senjata tersebut.

“Ya koordinasi tetap berjalan. Khusus dalam kasus ini kita sudah menyampaikan ada senjata seperti itu, cuma kan nggak mungkin harus mengumpulkan satu per satu (personel),” jelasnya.

Menurut Baharudin, dalam setahun ini sudah ada 2 kali perampokan bank. Polisi masih menelurusi keterkaitan perampokan CIMB Niaga dengan perampokan bank sebelumnya.

“Ya minimal ada dua kali dalam setahun ini. Tapi saya nggak punya datanya,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Baharudin, kepolisian menambah jumlah personel di bank-bank untuk meningkatkan pengamanan.

“Ada kasus perampokan yang sudah kita ungkap juga. Tapi semuanya masih ditelusuri. Kita tingkatkan pengamanan di titik rawan,” ujarnya.

dtc/nad

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…