Jumat, 20 Agustus 2010 19:06 WIB News Share :

SBY
Jangan terlalu mudah salahkan orang lain

Jakarta--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar masyarakat tidak mudah menyalahkan orang lain.

Sebaliknya, introspeksi ke dalam diri sendiri jauh lebih penting.

“Kita justru harus sering instrospeksi dan mawas diri. Lihatlah kekurangan masing-masing agar bisa memperbaikinya,” ucap SBY saat menyampaikan sambutan dalam acara buka bersama para menteri, pimpinan lembaga negara, dan duta besar negara sahabat di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (20/8).

Menurut SBY, bila mau jujur, 10 tahun reformasi di Indonesia sudah menghasilkan beberapa capaian. Pihak luar negeri pun menilai sudah ada kemajuan di negeri ini, seperti telah hadirnya demokrasi dan penghormatan terhadap HAM.

“Keamanan di dalam negeri juga pulih, politik stabil, demikian juga ekonomi,” terang SBY.

Namun, lanjutnya, masyarakat internasional masih menjumpai sejumlah kekurangan yang dialami Indonesia. Merajalelanya korupsi, infratruktur yang belum memadai, dan biaya politik tinggi masih terjadi.

Begitu pula dengan aksi-aksi kekerasan yang menganggu keamanan publik belum bisa dituntaskan.

SBY mengajak agar kritikan itu diterima secara lapang dada untuk selanjutnya mengadakan perbaikan secara bersama-sama. Ia mengimbau agar seluruh elemen bangsa tidak cuma saling menyalahkan agar PR besar tersebut bisa rampung.

“Kalau semua orang menerima dengan lapang dada kekurangan orang dan berhenti saling, menyalahkan, menuding, dan menganggap diri lebih baik, dan orang lain tidak baik, Insya Allah pekerjaan rumah dapat kita selesaikan,” ujarnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…