Jumat, 20 Agustus 2010 15:39 WIB News Share :

Prijanto
Jangan giring opini perampok tegap selalu TNI/Polri

Jakarta--Penampilan badan tegap, rambut cepak dan mahir menenteng senjata tidak hanya dimiliki oleh personel TNI/Polri saja.

Bila ada perampok yang memiliki penampilan serupa, belum tentu mereka aparat TNI/Polri.

“Satu yang perlu saya luruskan, kalau ada orang yang terlihat dari penampilan fisiknya seperti TNI belum tentu dia itu TNI. Misalnya, badannya tegap, terus cara dia memegang senjata atau pun rambutnya cepak, itu belum tentu TNI atau Polri,” kata Mantan Asisten Teritorial (Aster) KSAD, Prijanto, di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/8).

Menurut dia, bodyguard sewaan yang outsourcing itu juga terlihat gagah-gagah dan terlihat terlatih. Bahkan, apabila dibandingkan dengan prajurit atau bintara, masih terlihat gagah dan terlatih mereka.

“Jadi jangan digiring opini perampok itu selalu TNI atau pun Polri hanya dari tampilan fisik. Pengawal artis saja badannya tegap-tegap, gagah-gagah, cepak semua,” ujar pria yang juga Wagub DKI Jakarta ini.

Ketika ditanya mengenai senjata M-16 dan AK-47 yang digunakan perampok, Prijanto berpendapat senjata itu kemungkinan diperoleh saat GAM dan musibah yang terjadi di Aceh.

“Kalau soal senjata, bisa saja itu senjata waktu di Aceh. Artinya, bisa senjata ketika GAM maupun senjata yang hilang saat bencana di Aceh,” kata Prijanto.

dtc/nad

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…