Jumat, 20 Agustus 2010 09:48 WIB Hukum Share :

Nopol motor perampok Bank CIMB Niaga palsu

Jakarta--Polisi mengidentifikasi beberapa pelat nomor polisi (Nopol) kendaraan bermotor yang digunakan kawanan perampok di Bank CIMB Niaga Cabang Aksara, Medan, sebagaimana beredar di media massa dan CCTV bank diduga kuat palsu.

“Ada kemungkinan nomor kendaraan yang digunakan palsu. Sampai saat ini masih kita telusuri lebih lanjut,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Baharudin Djafar, Jumat (20/8).

Polisi telah mengecek beberapa nopol motor perampok yang terekam itu. Dari penelusuran itu diketahui beberapa perampok  memakai nopol dari Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK).

“STCK dipergunakan untuk kendaraan baru. Masa motor lama yang dipakai pelaku menggunakan pelat baru,” kata Djafar.

Nopol yang sudah dipastikan palsu antara lain motor berwarna biru bermerek Yamaha Vega. “Lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Perampokan di Bank CIMB Niaga Aksara di Jalan AR Hakim, Medan, sangat sadis. Para perampok menenteng senjata M-16 dan AK 47. Mereka memang tak terlihat wajahnya, karena bermasker dan berhelm. Saat beraksi, mereka tak terlihat seperti perampok, karena berpakaian necis.

Ini terlihat dari foto-foto para perampok itu yang didapatkan. Para perampok yang berjumlah 16 orang itu mendatangi kantor CIMB Niaga Aksara dengan menggunakan sepeda motor bebek. Sebagian besar motor bebek hitam, sebagian lainnya warna putih dan biru. Salah satu sepeda motor bebek terlihat jelas nomor polisinya: BK 3616 CP.

Apakah nopol BK 3616 CP juga nomor palsu? “Itu sedang masih penyelidikan,” jawab Djafar.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…