Jumat, 20 Agustus 2010 12:28 WIB Ekonomi Share :

Miras ilegal merebak, negara rugi Rp 100 M

Jakarta–Sejak April 2010, peraturan peredaran minuman beralkohol di Indonesia makin diperketat. Aturan baru yang dikeluarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sejak April 2010 mempersulit peredaran minuman beralkohol secara legal sehingga banyak minuman ilegal.

Ketua Umum Asosiasi Importir dan Distributor Minuman Impor Indonesia Agoes Silaban mengatakan, syarat aturan baru yang ditetapkan BPOM sangat berat dan membutuhkan waktu lama untuk memenuhinya. Hal ini membuat peredaran minuman beralkohol secara ilegal merebak.

“Aturan di BPOM membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah karena persyaratannya misalnya mereka minta struktur analisa kandungan dari pabrik. Sementara yang namanya minuman itukan klasifikasi dirahasiakan,” ujar Agoes di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis malam (19/8).

Menurut Agoes biaya proses di BPOM menghabiskan Rp 3 hingga 4 juta per merek dan dibutuhkan waktu berminggu-minggu. “Jadi karena proses lama pasarnya tidak diisi oleh minuman alkohol impor resmi, jadi selundupan. Kira-kira 4 bulan itu kerugian negara sekitar Rp 100 miliar dari bea masuk dan cukai,” tandasnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….