Jumat, 20 Agustus 2010 10:56 WIB News Share :

Istana pertanyakan alasan penolakan penghargaan

Jakarta — Kriminolog Universitas Padjajaran (Unpad) Yesmil Anwar menolak menerima penghargaan Satya Lencana Karya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Istana pun mempertanyakan alasan penolakan Yesmil itu.

“Saya terus terang baca di surat kabar dan saya belum laporkan hal, ini bukannya hal intern di Unpad? Jadi belum ada komentar pandangan dari pihak kami, bahwa kita telah mendengar dari media informasi yang didapat,” jelas juru bicara Kepresidenan bidang dalam negeri Julian Aldrin Pasha. Hal itu dikatakan Julian ketika dikonfirmasi, Jumat (20/8).

Ketika dicecar bahwa alasan Yesmil adalah kecewa melihat sikap pemerintah yang dinilai tidak tegas menangani penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Julian mempertanyakan alasan itu.

“Untuk DKP ditangani Kemlu, Kementerian Kelautan dan Perikanan, apakah beliau sudah melakukan komunikasi langsung lansung dengan kementerian? Apa sudah ada penjelasan dari kementerian?” tanyanya sembari mengkonfirmasi selama ini belum pernah mendengar ada penolakan penghargaan dari Presiden.

Satya Lencana Karya adalah penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri dan dosen yang dinilai berdedikasi dalam tugasnya selama 20 tahun lebih. Yesmil mengaku menolak penghargaan tersebut karena kecewa dengan kebijakan pemerintah soal kasus penangkapan tiga pegawai DKP oleh Malaysia.

“Saya lihat bagaimana kita dilecehkan Malaysia dengan 3 orang petugas kita ditangkap dan diborgol polisi Malaysia. Indonesia tidak bereaksi apa-apa, ini mencerminkan ketidakseriusan dalam menjaga kedaulatan negara,” kata Yesmil Anwar dalam perbincangan, Kamis (19/8).

Penghargaan tersebut, imbuhnya, dianugerahkan SBY yang selanjutnya diserahkan kepada Rektor Unpad untuk diberikan kepada Yesmil pada peringatan 17 Agustus, dua hari lalu.

“Setelah saya ketahui mendapat penghargaan, saya tidak hadir dan pergi ke GIM (Gedung Indonesia Menggugat) dan upacara bersama budayawan,” katanya.

dtc/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…