Jumat, 20 Agustus 2010 12:38 WIB News Share :

Gerbong KRL khusus wanita masih 'disusupi' pria

Jakarta–Gerbong kereta khusus wanita sudah dua hari beroperasi. Selama dua hari ini, masih ada penumpang laki-laki yang nyasar masuk ke gerbong wanita.

Pantauan di lapangan, sepanjang perjalanan kereta dari Manggarai-Depok, Jumat (20/8), pukul 11.00 WIB, gerbong khusus wanita hanya ada dua di KRL Ekonomi AC jurusan Jakarta-Bogor.

Satu gerbong tersebut terletak di paling depan dan satunya lagi di gerbong paling belakang. Pantauan di gerbong paling belakang, memang masih ada penumpang laki-laki yang nyasar masuk. Namun ada seorang petugas keamanan wanita yang menegur pria yang sudah terlanjur masuk ke gerbong wanita tersebut. “Maaf Pak, ini khusus wanita,” ujar seorang petugas wanita tersebut.

Petugas keamanan wanita ini juga berjaga di sekitar pintu untuk menghalau penumpang pria yang hendak masuk ke gerbong khusus wanita. Gerbong khusus wanita ini memang tak memiliki perbedaan yang signifikan dengan gerbong umum lainnya.

Hanya ada stiker kecil ditempel di luar dan dalam gerbong. Stiker bertuliskan ‘Kereta khusus wanita‘ dan berwarna pink itu tak begitu kelihatan. Kemungkinan beberapa penumpang pria tak menyadari ada tulisan di depan gerbong tersebut.

Di dalam gerbong sendiri kursi memang terisi penuh. Hanya ada dua orang wanita yang berdiri. Ada dua orang petugas keamanan laki-laki yang mengambil tiket para penumpang wanita tersebut. Kedua petugas tersebut kemudian berjaga di tengah antara gerbong wanita dan gerbong umum.

Seorang penumpang wanita, Tiwi mengaku nyaman dengan kondisi gerbong khusus wanita. “Lebih enak dan nyaman karena lebih teratur,” akunya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…