Jumat, 20 Agustus 2010 21:03 WIB Sukoharjo Share :

Bus muat penumpang overload, Dishub peringatkan sopir

Sukoharjo (Espos)–Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) bakal memberikan peringatan kepada sopir yang membawa penumpang hingga overload atau mencapai 100% tambahan dari jumlah total kapasitas penumpang yang ada.

Berdasar data yang dihimpun di Dishubinfokom, jumlah angkutan umum yang melayani penumpang pada masa Lebaran nanti sebanyak 420 unit. Kendaraan yang tersedia itu meliputi bus antarkota antarprovinsi (AKAP), antarkota dalam provinsi (AKDP), pedesaan, serta angkutan pedesaan (Angkudes). Dengan angkutan yang tersedia, kapasitas penumpang mencapai 7.268 orang.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kabid LLAJ) Dishubinfokom, Darsono menerangkan, pihaknya hanya memberi toleransi 25% tambahan penumpang dari kapasitas yang telah ditentukan. “Toleransi yang kami berikan untuk tambahan penumpang hanya 25% dari kapasitas yang ada. Jadi kalau contohnya Bus AKAP kapasitasnya 800 orang untuk 16 kendaraan, boleh membawa tambahan penumpang berdiri sebanyak 200 orang. Tidak boleh lebih dari itu,” paparnya mewakili Kepala DLLAJ, Rusmanto ketika dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (20/8).

Meski sejumlah aturan telah ditetapkan, Darsono menambahkan, namun fakta di lapangan ketika Lebaran tiba biasanya berlainan. “Kami dapati di lapangan biasanya bus mengangkut tambahan penumpang hingga 100% dari kapasitas yang ada. Jadi sampai dua kali lipatnya. Mereka tidak mengindahkan aturan yang telah kami tetapkan,” jelasnya. Dengan tambahan penumpang hingga dua kali lipat, 16 unit Bus AKAP yang harusnya mengangkut 1.000 penumpang (duduk dan berdiri) menjadi menampung lebih dari 1.600 penumpang.

Kondisi bus yang overload, menurut Darsono, meski selalu terjadi namun bisa diantisipasi. Caranya dengan menggelar operasi di sejumlah terminal. Dijumpai terpisah, Kepala UPTD Terminal, Eko Wahyudi memberikan informasi senada. Persoalan bus overload, menurut Eko, tidak bisa dilepaskan dari faktor penumpang sendiri. “Yang membuat bus overload biasanya penumpang sendiri. Kalau Lebaran itu penumpang biasanya sudah bersyukur mendapat kendaraan. Penuh atau tidak, ya tidak masalah,” ujarnya.

Agar tidak membahayakan penumpang, Eko menambahkan, pihaknya akan menggelar operasi rutin di terminal ketika Lebaran nanti. “Kalau kami menemukan bus overload, sopir biasanya kami panggil dan kami beri peringatan. Kami juga minta penumpang dicarikan angkutan yang aman hingga ke tempat tujuan,” ujarnya. Intinya penumpang jangan sampai terlantar.

aps

Lowongan Pekerjaan
MERCHANDISER, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…