Jumat, 20 Agustus 2010 16:37 WIB Sukoharjo Share :

50% Data Gakin meragukan, Bappeda minta desa klarifikasi

Sukoharjo (Espos)–Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berencana memanggil desa untuk dimintai klarifikasi soal pendataan keluarga miskin (Gakin) yang 50% datanya meragukan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Sosial Budaya (Sosbud) Bappeda, Sugihatmi menerangkan, saat ini data Gakin yang masuk sudah banyak. “Berdasarkan pengecekan sementara memang sudah banyak data yang masuk meski belum semuanya. Kalau 150 desa/kelurahan ya sudah ada lah,” ujarnya ketika dijumpai, Jumat (20/8).

Total data yang masuk apabila sudah 100% mencapai 167 desa/kelurahan. Dari 150 desa/kelurahan yang sudah menyerahkan data, Sugihatmi menerangkan, banyak yang hasilnya meragukan. “Kalau valid atau tidaknya data Gakin saya masih belum bisa mengatakan karena masih dalam proses. Tapi kalau melihat sekilas datanya memang meragukan karena kalau dicocokkan dengan data Badan Pusat Statitistik (BPS) serta data Bappeda tahun sebelumnya, sekarang jumlahnya menjadi jauh lebih banyak,” terang dia.

Mengenai data yang meragukan, Sugihatmi menerangkan, kebanyakan memang mengenai jumlah Gakin. Di antaranya jumlah total keluarga dengan jumlah Gakin di suatu wilayah sama banyaknya bahkan terkadang Gakin lebih banyak. Oleh sebab itu agar didapat data yang benar, imbuh dia, Bappeda berencana memanggil sejumlah desa untuk dimintai klarifikasi.

“Kami rencanakan Selasa (24/8) mengundang pihak desa maupun kecamatan untuk membicarakan mengenai data Gakin. Dalam pertemuan itu kami ingin tahu kebenaran data yang sudah diberikan kepada kami,” ujarnya.

Disinggung mengenai jumlah data Gakin yang meragukan, Sugihatmi menjawab tidak hapal. Namun begitu, 50% dari data yang sudah terkumpul atau sekitar 75 desa/kelurahan yang sudah menyerahkan data, hasilnya meragukan.

aps

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…