Kamis, 19 Agustus 2010 17:30 WIB News Share :

Syafi'i Ma'arif keberatan cara penangkapan Ba'asyir

Jakarta--Cendekiawan muslim yang juga mantan Ketua PP Muhamadiyah, Syafi’i Ma’arif, menyatakan keberatan terhadap proses penangkapan terhadan ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Menurutnya, cara seperti itu sangat tidak baik. “Cara menangkap dengan memecahkan kaca itu tidak mendidik,” kata pria yang akrab disapa Buya ini, di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Kamis (19/8).

Buya menerangkan, meski keberatan dengan tindakan kepolisin. Dirinya juga keberatan dengan pemahaman yang disampaikan oleh Ba’asyir.

” Saya tidak setuju dengan gerakannya. Dia mengatakan seperti pemerintahan Amerika itu kafir,” jelasnya.

Buya menambahkan, apa yang terjadi pada umat Islam di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan.

Untuk itu dia menghimbau agar pemerintah mau dengan arif mengamalkan pancasila guna menghindari beragam bentuk pertentangan yang ada di Indonesia.

“Sekarang umat Islam berada di bawah nadir. Intinya kalau sila kelima dilaksanakan tidak akan terjadi begini. Kita sudah menjadi yatim piatu sejak kita merdeka,” keluhnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…