Kamis, 19 Agustus 2010 16:54 WIB Karanganyar Share :

Sidak temukan daging ayam berkadar air tinggi

Karanganyar (Espos)–Daging ayam berkadar air tinggi ditemukan tim gabungan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Karanganyar saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Palur, Jaten, Kamis (19/8) pagi.

Kepala Disnakkan Kabupaten Karanganyar, Muhammad Hatta, ditemui seusai Sidak menyebutkan, meski tak membahayakan, peredaran daging dengan kadar air tinggi merugikan masyarakat. Hal itu mengingat konsumen harus membeli daging berair dengan timbangan lebih berat dari ukuran berat sebenarnya.

“Daging berkualitas baik idealnya memiliki kadar air 5,0 sampai 5,5. Tetapi dalam Sidak hari ini (kemarin-red) ada temuan daging dengan kadar air 5,9. Sebenarnya masih di batas aman karena standarnya di bawah 6,0, tapi kalau kadar air tinggi merugikan konsumen,” ungkapnya kepada wartawan di Kantor Disnakkan.

Hatta menjelaskan, selain Sidak daging ayam, tim gabungan Disnakkan dan Satpol PP juga memantau kualitas daging sapi di pasar setempat. Namun dalam kegiatan itu tidak berhasil ditemukan ada daging sapi glonggongan seperti disinyalir sebelumnya. Dikemukakan dia, meski ada daging yang berasal dari luar daerah, hasil pemeriksaan tim Pemkab kualitasnya cukup baik dan tidak membahayakan konsumen.

Ketua Komisi II DPRD Karanganyar, Abdul Saleh Purwanto, menyambut baik pelaksanaan Sidak oleh tim Pemkab. Dia mengingatkan agar kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan. “Ya kami minta dilakukan secara terus-menerus demi melindungi kepentingan umum masyarakat selaku konsumen.”

try

lowongan kerja
lowongan kerja PT. Bank perkreditan rakyat, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…