Kamis, 19 Agustus 2010 18:13 WIB Pendidikan Share :

Ravik
RSBI/SBI ancam nasionalisme bangsa

Solo (Espos) — Implementasi pelaksanaan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) mengancam nasionalisme bangsa.

Hal tersebut yang kini perlu diwaspadai dengan maraknya sekolah dengan progran RSBI/SBI. Menurut Pengamat pendidikan Prof Dr Ravik Karsidi, MS pengaruh budaya asing yang digunakan sebagai acuan dasar program RSBI maupun SBI bisa menggerogoti nasionalisme.

“Simbol-simbol budaya asing banyak diperkenalkan daripada budaya sendiri. Inilah yang perlu diwaspadai terjadi unnasionalism dengan ilplementasi RSBI/SBI terhadap budaya asing,” katanya ketika dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (19/8).

Selain budaya asing, Ravik mengatakan pengukuran kualifikasi akademik mendasarkan kemampuan mata pelajaran tertentu seperti bahasa inggris juga bisa menggerogoti nasionalisme. Bahkan kondisi sekarang pelajar lebih senang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-hari maupun pergaulan. Mereka bangga menggunakan bahasa inggris ketimbang bahasa indonesia. Sementara porsi mata pelajaran berbasis internasional lebih besar daripada mata pelajaran lokal.

“Kondisi inilah yang perlu diwaspadai bersama. Jangan sampai nasionalisme bangsa semakin luntur,” katanya.

isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…