Kamis, 19 Agustus 2010 20:17 WIB News Share :

PJTKI fiktif masih menghantui

Solo (Espos)–Penyaluran Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) fiktif disinyalir masih beroperasi di sejumlah daerah. Hanya berbekal papan nama mereka melakukan praktek perekrutan tenaga kerja.

Debuti Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Badan Nasional Penempatan dan Penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Ramli Sa’ud ketika dijumpai wartawan di kampus Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Kamis (19/8) meminta masyarakat mewaspadai PJTKI fiktif yang hanya mengandalkan papan nama belaka tanpa mengantongi izin dari pemerintah. Biasanya PJTKI fiktif tersebut tersebar di daerah pinggiran.

Selain mewaspadai PJTKI fiktif, Ramli menambahkan masyarakat juga harus menghindari penyaluran tenaga kerja melalui calo. Para calo inilah yang terkadang sering melakukan tinda penipuan terhadap para calon tenaga kerja. Apalagi harus membayar uang hingga puluhan juta rupiah. “Jika curiga ada yang tidak beres segera laporkan saja ke kami,” pintanya.

Namun yang menjadi masalah semakin tinggi angka tenaga kerja ke luar negeri, semakin tinggi pula angka kasus ketenagakerjaan yang ada.

“Oleh karena itu kami berupaya menekan semaksimal mungkin kasus ketenagakerjaan di luar negeri. Termasuk kasus kekerasan,” katanya.

Dia menuturkan berbagai upaya menekan angka kasus kekerasan TKI adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini tenaga kerja. Selain itu memperbanyak penyaluran tenaga kerja formal seperti perawat, tenaga konstruksi dan pertambangan.

isw

lowongan kerja
lowongan kerja Grains & Dough restaurant, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…