Kamis, 19 Agustus 2010 09:47 WIB Ekonomi Share :

Pertamina tarik 1,9 juta tabung elpiji

Jakarta–PT Pertamina (Persero) telah menarik 1.995.000 tabung elpiji 3 kilogram yang sudah tidak layak pakai. Dari total tabung yang sudah ditarik itu, 1,4 juta tabung tersebut adalah tabung yang memiliki standar nasional Indonesia (SNI) dan sisanya tabung non SNI.

“Sebagian besar tabung yang ditarik itu berasal dari wilayah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi),” ujar Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, M Harun di Plaza Kuningan, Jakarta, Rabu malam (18/8).

Tabung-tabung non SNI yang ditarik itu merupakan bagian dari 9 juta tabung non SNI yang diimpor pada saat program konversi dimulai

“Jadi penarikan tabung-tabung itu dilakukan secara otomatis saat akan diisi ulang di stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE),” kata dia.

Setelah ditarik, lanjut dia, tabung-tabung tersebut akan dites ulang oleh Pertamina. Jika masih bisa diperbaiki, maka tabung itu akan diperbaiki. Namun jika tidak, maka akan dibuang dijadikan besi tua.

“Kita sudah kerjasama dengan PT Wijaya Karya, PT Pindad (Persero) dan PT Boma Bisma. Mereka nanti yang akan melakukan repairing tabung-tabung itu,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan keamanan penggunaan tabung, imbuhnya, Pertamina akan memperpendek masa uji ulang dari lima tahun menjadi dua tahun.

“Kita perpendek agar kondisi tabung yang beredar di masyarakat bisa lebih terjamin keamanannya,” tambahnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…