Kamis, 19 Agustus 2010 14:15 WIB News Share :

Perampokan makin marak, Polri kaji sistem keamanan bank

Jakarta–Maraknya perampokan bersenjata terhadap bank menjadi perhatian serius Mabes Polri. Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi berjanji akan mengkaji sistem keamanan bank.

“Yang jelas kejadian di Medan sedang kita kaji dari sistem keamanannya di setiap bank. Kemarin sesuai arahan Pak Kapolri, kita sudah kerahkan backup pengamanan ke Medan,” ujar Ito saat ditemui di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (19/8).

Ito menjelaskan, polisi belum bisa menyimpulkan siapa pelaku perampokan. Mabes Polri, kata Ito, sudah mengirimkan bantuan untuk membantu proses pencarian.

“Yang di Medan sementara ini baru gambaran saja, jadi kira-kira kelompok pelaku, tapi sekarang anggota di bawah kendali Kapolda Sumut sekarang sedang lakukan pengejaran kelompok mana sekarang masih pendalaman,” jelasnya.

Dilihat dari senjata yang dipakai, menurut Ito, pelaku memang mempunyai senjata cukup berat. Polisi saat ini masih menyelidiki proyektil dan jenis senapan yang digunakan perampok.

“Tapi kan dari kita kan juga melakukan uji laboratorium tentunya ya dari Puslabfor mengenai proyektil yang ada maupun selongsong yang tertinggal. Jadi sekarang kita sedang melakukan upaya-upaya yang sangat intensif untuk bisa mengungkap kasus ini,” imbuh mantan Kapolda Riau ini.

Perampokan di Medan terjadi pada Rabu (18/8) kemarin di Bank CIMB Niaga. Satu personel Brimob tewas dan uang yang digondol sedikitnya Rp 200 juta. Diduga pelaku berjumlah lebih dari sepuluh dan bersenjata laras panjang.

dtc/nad

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…