Kamis, 19 Agustus 2010 21:49 WIB Solo Share :

Pengoperasian Videotron belum masuk Perda

Solo (Espos)–Pengoperasian titik reklame dengan bentuk video elektronik (Videotron) di Kota Solo saat ini belum masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Retribusi dan Pajak.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana memasukkannya ke dalam Perda pembahasan 2011 mendatang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Suharto mengemukakan terkait pengoperasian reklame dalam bentuk Videotron saat ini baru mengacu ke Peraturan Walikota (Perwali).

“Perwali itu merupakan penjabaran Perda, jadi tetap sah secara hukum. Namun kami menyadari bahwa teknologi itu akan selalu berkembang, termasuk juga di bidang reklame. Nah reklame dalam bentuk Videotron itu saat ini memang belum masuk dalam Perda sekarang, ada semacam kevakuman aturan. Sehingga untuk menyikapi hal itu kami akan mengajukan untuk memasukkan Videotron dalam pembahasan Perda tahun depan supaya tetap ada payung hukumnya,” ungkap Sekda ketika ditemui wartawan di Balaikota Solo, Kamis (19/8).

Senada dikemukakan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Solo, Budi Yulistianto. Menurut Budi, reklame dalam bentuk Videotron telah diusulkan untuk menjadi poin pembahasan dalam Perda tersebut. “Terkait Videotron akan masuk dalam Perda Retribusi dan Pajak. Saat ini sudah dalam penyusunan untuk poin-poinnya,” kata Budi saat ditemui secara terpisah.

Sekda menambahkan Perda tersebut ditargetkan dapat rampung dan langsung diaplikasikan ke masyarakat tahun 2011 mendatang.

sry

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…