Kamis, 19 Agustus 2010 13:57 WIB News Share :

PAN
Koruptor bukan termasuk yang dilarang disalatkan

Jakarta–Wakil Ketua Umum PAN Dradjat Wibowo tidak sepakat dengan imbauan NU agar ulama tidak menyalatkan koruptor.

Menurut Dradjat, koruptor juga manusia yang jika meninggal harus disalatkan.

“Dalam fiqih sudah jelas koruptor itu bukan termasuk orang yang tidak boleh disalatkan, nanti jadi fitnah,” ujar Dradjat kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8).

Namun demikian kalau ada ulama yang berkeyakinan sebaliknya, Dradjat tidak masalah. Menurut dia, sikap ulama disesuaikan dengan keyakinan fiqih masing-masing. “Kalau memang berkeyakinan fiqihnya tidak boleh, ya tidak boleh disalatkan,” papar Dradjat.

Dradjat berharap imbauan NU ini disikapi bijak oleh ulama. “Disikapi sesuai keyakinan fiqih masing-masing saja,” tutupnya.

Sebelumnya Katib Am PBNU Malik Madani mengimbau para ulama tidak menyalatkan koruptor jika meninggal.

Imbauan ini tidak berarti koruptor muslim tidak disalati, tetapi cukup disalati oleh orang awam saja. Dalilnya adalah peristiwa pada zaman nabi.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…