19PAN-dalam
Kamis, 19 Agustus 2010 13:57 WIB News Share :

PAN
Koruptor bukan termasuk yang dilarang disalatkan

Jakarta–Wakil Ketua Umum PAN Dradjat Wibowo tidak sepakat dengan imbauan NU agar ulama tidak menyalatkan koruptor.

Menurut Dradjat, koruptor juga manusia yang jika meninggal harus disalatkan.

“Dalam fiqih sudah jelas koruptor itu bukan termasuk orang yang tidak boleh disalatkan, nanti jadi fitnah,” ujar Dradjat kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8).

Namun demikian kalau ada ulama yang berkeyakinan sebaliknya, Dradjat tidak masalah. Menurut dia, sikap ulama disesuaikan dengan keyakinan fiqih masing-masing. “Kalau memang berkeyakinan fiqihnya tidak boleh, ya tidak boleh disalatkan,” papar Dradjat.

Dradjat berharap imbauan NU ini disikapi bijak oleh ulama. “Disikapi sesuai keyakinan fiqih masing-masing saja,” tutupnya.

Sebelumnya Katib Am PBNU Malik Madani mengimbau para ulama tidak menyalatkan koruptor jika meninggal.

Imbauan ini tidak berarti koruptor muslim tidak disalati, tetapi cukup disalati oleh orang awam saja. Dalilnya adalah peristiwa pada zaman nabi.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Fetisisme Ramadan

Gagasan Harian Solopos edisi Rabu (14/6/2017) ini karya Bagus Kurniawan, dosen Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya UNS. Solopos.com, SOLO–Gejala yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan Ramadan mengalami anomali. Dalam paradigma spiritualitas Islam, Ramadan dianggap sebagai bulan bagi umat Islam utuk…