Kamis, 19 Agustus 2010 15:37 WIB Ekonomi Share :

Kurma selundupan banjiri pasar Sumut

Mandailing Natal–Kurma yang diduga masuk secara ilegal atau seludupan dari Turki dan India membanjiri pasar tradisional di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mandailing Natal, Ansari Nasution, Kamis (19/8), mengaku sudah dua tahun terakhir menyurati Disperindag Provinsi Sumatera Utara, namun hingga kini belum ada kebijakan mengenai kurma seludupan tersebut.

“Sudah kita laporkan ke Disperindag Provinsi sejak tahun lalu, namun sampai sekarang belum ada penghentian pengiriman, kita tidak bisa menghentikannya karena wewenangnya ada di provinsi,” keluh Ansari Nasution.

Saat ini Disperindag Mandailing Natal hanya bisa mengimbau para pedagang agar tidak menjual makanan yang tidak terdaftar di BPOM atau berlabel Depkes, tegasnya.

Kurma dijual bebas tanpa label dari Departemen Kesehatan dan BPOM, namun pedagang mengaku tidak khawatir menjual produk buah ini karena berasal dari negara muslim di Timur Tengah.

Kurma adalah salah satu makanan yang disunahkan Rasulullah sebagai makanan berbuka puasa, juga banyak ditemukan di pasar setiap bulan Ramadhan termasuk di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim. Di Kabupaten Mandailing Natal harganya cukup murah sekitar Rp 20 ribu per kg, namun yang kualitas super lebih mahal.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…