Kamis, 19 Agustus 2010 19:20 WIB News Share :

Kirim surat Juni lalu, Frederic mengaku di Maroko

Bandung--Terduga teroris asal warga negara (WN) Perancis, Frederic C Jean Salvi alias Ali, selama 2009 menimba ilmu Islam di Ponpes Sindangsari Al-Jawami. Sejak awal 2010, ia mengaku pergi ke Maroko.

Pada Juni 2010, Ali sempat mengirim surat ke pesantren tersebut dan mengabari berada di Maroko.

“Waktu Juni akhir lalu, Ali ngirim surat yang ditunjukan buat pesantren Al-Jawami. Ia mengaku sedang berada di Maroko. Yang dikirim itu berupa post card,” jelas Pengurus Dewan Santri Ponpes Al-Jawami Eri Agustian, saat ditemui wartawan, di Ponpes Sindangsari Al-Jawami, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/8).

Eri menuturkan, isi surat yang tulisannya berbahasa Inggris itu, Ali mengabari kalau dirinya bersama istri dan anaknya di Maroko.

“Ali juga menyampaikan kalau dirinya mau ke Prancis,” jelas Eri sambil menambahkan selama di Bandung tidak pernah melihat Ali membawa mobil Mitshubisi Galant bernopol B 1600 KE.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Sindangsari Al-Jawami Bandung H Imang Abdul Hamid mengatakan, Ali merupakan mualaf yang memiliki istri asal Maroko.

“Sejak ada di pesantren ini kami sama sekali tidak menaruh curiga. Kami berpikir positif saja, dia juga kan maksudnya baik karena ingin belajar,” kata Imang.

Ia menjelaskan, Ali tidak menginap di pondok yang disediakan pihak pesantren. Ali lebih memilih menyewa rumah bersama istri dan tiga anaknya di kawasan Nyalindung, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung.

Imang mengungkapkan, Ali selama berada di Bandung sering menghabiskan waktunya di rumah sewaan itu.

“Paling bolak balik ke Jakarta untuk ke kantor imigrasi,” ucap Imang.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…