solopos
Kamis, 19 Agustus 2010 10:21 WIB Internasional Share :

Gelombang panas mematikan di Rusia dinyatakan berakhir

Moskow–Setelah berlangsung dua bulan dan menelan korban jiwa yang besar, gelombang panas mematikan di Moskow, Rusia dinyatakan berakhir.

“Hari ini merupakan hari panas terakhir di Moskow,” kata Roman Vilfand, kepala badan meteorologi Rusia seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (19/8).

Diimbuhkan Vilfand, suhu udara di ibukota Rusia itu yang pada Rabu (18/8) mencapai 31 derajat Celcius, akan turun menjadi sekitar 21-23 Celcius pada hari ini.

Sebelumnya, gelombang panas di Moskow telah menimbulkan kebakaran hutan di berbagai tempat yang memicu timbulnya kabut asap yang tebal.

Ribuan orang diperkirakan telah meninggal akibat gelombang panas di Moskow pada bulan Juli lalu. Saat itu tempatur di siang hari bahkan kadang-kadang bisa mencapai hampir 40 derajat Celcius.

Menurut kepala departemen kesehatan Moskow, Andrei Seltsovsky pekan lalu mengatakan, tingkat kematian di Moskow telah meningkat dua kali lipat menjadi 700 orang per hari selama gelombang panas melanda.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…