Kamis, 19 Agustus 2010 15:02 WIB News Share :

Empat penambang tewas tertimbun di tambang emas ilegal

Mataram– Empat penambang emas ilegal tewas di tempat, setelah tertimbun longsoran batu, di lokasi tambang ilegal di Dusun Lenong, Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Lima penambang lainnya menderita luka parah, dan mendapat perawatan di pusat kesehatan setempat. Lebih dari sepuluh penambang lain, dilaporkan selamat namun mengalami luka ringan.

Informasi yang diperoleh dari warga dan polisi berbeda. Selain korban tewas, warga setempat menyebut, puluhan orang lainnya juga turut tertimbun.

Mereka yang tewas adalah Ramli, 25, dan Jumadil alias Aduk, 30. Keduanya adalah warga Dusun Batu Kumbu, Desa Sekotong Barat. Dua orang lain adalah Agus dan Hafifi warga Dusun Kamben, Sekotong Timur. 5 orang yang mengalami luka berat masing-masing Sepah, Junimah, Marnah, Nursi dan Mahsan.

Kepala Kepolisian Sektor Sekotong, Ajun Komisari Polisi Fauzan Wadi melalui sambungan telepon dari Mataram Kamis (20/8) siang mengatakan, evakuasi korban sudah dilakukan tadi pagi. Lokasi juga telah disterilkan untuk kepentingan penyidikan.

“Informasi yang bisa kami pertanggungjawabkan, 4 orang tewas, dan 5 luka berat, lainnya selamat,” kata Fauzan.

Kejadian nahas itu terjadi tadi malam. Lokasi berada di dusun terpencil, yang hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki dua jam dari pusat desa Kedaro.

20 orang penambang memilih beraktivitas malam, pada saat warga lainnya menggelar tadarusan usai salat tarawih. Belum lama, lubang tempat menggali longsor. Dari ketinggian 20 meter, longsoran batu menimpa dan mengimpit para penambang.

Anton Hariawan salah seorang warga Desa Sekotong menuturkan, ada tiga tiga lubang tambang yang runtuh. Tiga lubang tambang itu bertemu menjadi satu membentuk sebuah ruangan bawah tanah.

Menurut Anton, selain korban rewa, ada puluhan penambang yang tertimbun dan terimpit bongkahan batu. Diantaranya harus ada yang diamputasi untuk bisa diselamatkan.

Tambang emas ilegal sekotong bukan kali ini memakan korban. Sepanjang tahun lalu, 12 penambang juga dilaporkan tewas, akibat kasus serupa.

Disebutkan masih banyak kasus nahas lain yang tidak dilaporkan. Pemkab Lombok Barat menyatakan, kawasan tambang ini ilegal. Namun warga tetap menyerbu tambang ini, karena tertarik kilauan emas.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…