Kamis, 19 Agustus 2010 12:56 WIB News Share :

Benda langit yang jatuh di Cirebon bukan meteor Parseid

Jakarta–Warga Cirebon dihebohkan dengan jatuhnya benda langit seperti meteor.

Lembaga antariksa LAPAN menegaskan benda itu bukan bagian dari hujan meteor Parseid, yang memang terjadi selama minggu kedua Agustus.

“Itu tidak ada hubungannya dengan Parseid. Parseid baru terbit pukul 01.00-02.00 WIB dini hari. Kalau di Cirebon itu pukul 21.00 WIB,” kata pakar LAPAN Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Kamis (19/8).

Oleh karena itu, LAPAN pada pukul 13.00 WIB hari ini akan memberangkatkan 2 peneliti dan tim humas ke Cirebon. Mereka akan segera meneliti benda langit apakah yang jatuh di Cirebon.

“Apa betul meteorit, sampah antariksa seperti pecahan roket, atau justru benda bumi yang jatuh dari atas. Kita harus lihat sampelnya,” jelas dia.

Mengenai lafadz Allah yang diakui oleh warga, menurut Thomas hal itu bisa saja demikian sesuai penafsiran setiap orang. Namun yang menjadi fokus perhatian LAPAN adalah mencari kejelasan materi apa yang dikandung benda langit itu.

“Meteor itu bisa batu, besi atau es. Kita akan mengkaji 3 hal, kesaksian warga, tumbukan meteor, dan materialnya,” tutup Thomas.

Sebelumnya pada Rabu (18/8) sekitar pukul 21.00 WIB, sebuah benda langit jatuh di Terasana Baru, Babakan, Cirebon.

Warga mendengar suara gemuruh saat benda itu jatuh. Benda langit itu mengeluarkan cairan seperti lava berwarna biru, setelah membentur tanah.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…