Kamis, 19 Agustus 2010 15:45 WIB News Share :

Benda langit di Cirebon, bisa jadi sampah antariksa

Cirebon–Lokasi jatuhnya benda langit di Pabrik Gula Tersana Baru, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, diminta diamankan. Bisa jadi, benda langit itu mengandung zat berbahaya.

Hal ini diungkapkan Peneliti senior astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, Kamis (19/8).

“Sampel dari lokasi jangan dipegang dulu, kalau itu sampah antariksa bisa mengandung bahan berbahaya,” katanya.

Pada Rabu (18/8) malam, terdengar suara hantaman benda keras. Para karyawan kaget, segera mencari sumber suara tersebut. Ada sebuah benda langit. Bau belerang tercium. Para karyawan dan warga menduga benda yang baru jatuh dari langit itu adalah meteor.

Kejadian ini membuat para karyawan Pabrik Gula (PG) Tersana Baru, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, dan warga sekitar heboh. Katanya, meteor tersebut sempat terlihat membentuk lafadz Allah.

Jatuhnya benda langit berwarna biru itu membuat Tanah kosong di dalam PG Tersana Baru berlubang. Mungkin karena terbakar atmosfer bumi, benda langit itu masih panas dan menyebabkan sebagian rumput di sekitar lokasi terbakar.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…