Kamis, 19 Agustus 2010 13:47 WIB Ekonomi Share :

ATM berbasis chip diterapkan mulai akhir 2010

Jakarta–Penggantian kartu ATM atau kartu debet dari magnetic stripe menjadi berbasis chip akan segera dilaksanakan di penghujung tahun 2010. Percobaan sudah mulai dilakukan di beberapa bank umum.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, S Budi Rochadi mengatakan jika Bank Indonesia (BI) hanya melakukan imbauan kepada bank-bank untuk dapat mengganti kartu debet atau kartu ATM menjadi berbasis chip.

“Untuk kartu debet kita tidak memaksa jadi hanya imbauan saja atau kesadaran dari masing-masing bank. Namun di akhir tahun ini sudah mulai bisa dicoba digunakan atau diterapkan kepada masyarakat,” ujar Budi ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/8).

Menurutnya standarisasi acuan penggunaan chip bagi kartu debet atau kartu ATM telah diselesaikan. Tiga bank pertama yakni Bank BCA, Bank Mandiri dan Bank Permata telah melakukan uji coba dengan menggunakan standarisasi tersebut

Selain untuk menjaga keamanannya, penerapan kartu ATM atau kartu debet berbasis chip nantinya diperlukan untuk melakukan efisiensi. Nantinya menurut Budi seluruh kartu tersebut dapat digunakan di seluruh mesin ATM dan EDC antar bank-bank di Indonesia.

“Jadi nantinya satu kartu untuk semua bisa dipakai kemana saja. Karena saat ini kan kartu ATM hanya bisa digunakan antar bank tertentu bukan seluruh bank,” tuturnya.

Menurutnya, kartu debet yang ideal itu nantinya bisa digunakan antara bank yang satu dengan yang lainnya. “Walaupun nantinya tetap akan ada biaya tersendiri tergantung masing-masing bank,” jelas Budi.

Migrasi kartu ATM dan kartu debet magnetic stripe menjadi chip ditargetkan akan memerlukan biaya hingga Rp 2 triliun. Selain itu, dibutuhkan waktu selama 4-5 tahun untuk mengganti seluruh kartu debet atau kartu ATM berbasis chip yang saat ini berjumlah 45 juta.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…