Kamis, 19 Agustus 2010 12:26 WIB Hukum Share :

12 Perampok satroni rumah mewah di Dago

Bandung–Sebuah rumah elite yang berada di Kompleks Allegro Blok F-1 Dago, milik Budiyani Seng ,45, disatroni gerombolan perampok sekitar pukul 2.30 WIB, Kamis (19/8) dini hari. Gerombolan perampok yang terdiri dari 12 orang tersebut berhasil masuk ke rumah setelah memanjat tembok belakang rumah.

Dituturkan Budi, kejadian tersebut terjadi saat dirinya dan sembilan orang lainnya di rumah tersebut tengah tertidur lelap. Tiba-tiba terdengar suara kaca pecah di bagian paviliun di lantai 1.

“Saat kejadian, orang-orang di rumah sedang tidur. Total di dalam rumah ada 10 orang. Saya dan isteri, 2 anak, 2 keponakan dan 4 pembantu,” ujar Budi kepada wartawan di rumahnya, Kamis (19/8).

Mendengar kaca pecah, Budi dan anggota keluarganya itu bangun dan mencari sumber suara. Ia pun keluar ke balkon kamarnya yang berada di lantai 2 dan melihat segerombolan orang tengah bergegas meninggalkan rumahnya dari arah paviliun yang berada di bagian belakang rumah.

“Disitu kami semua pada teriak ‘maling-maling’. Saya lalu ngambil senter untuk melihat mereka, sementara keponakan saya mencoba mengejar,” tuturnya. Namun mereka berhasil kabur dengan kembali memanjat tembok.

Perampok tersebut berhasil menggondol 1 laptop dan 2 buah handphone yang berada di paviliun tersebut. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. Mereka bisa masuk ke dalam paviliun setelah memecahkan kaca yang ukurannya 0,5 meter X 2 meter.

Budi mengatakan, di rumahnya yang memiliki luas 2.000 meter persegi itu sebenarnya ada satpam yang biasa berjaga. Namun kebetulan malam ini, satpam tersebut sedang libur. Jumlah kawanan perampok diketahui sebanyak 12 orang dari rekaman CCTV yang dipasang di bagian belakang rumah.

Dirinya mengaku belum setahun tinggal di rumah tersebut, dan ini adalah kejadian kali pertama rumahnya dimasuki perampok. “Saya baru masuk kesini bulan Februari lalu. Ini baru pertama kali ada kejadian seperti ini,” katanya yang berharap perampok yang masuk ke rumahnya itu dapat segera tertangkap.

Pantauan di lapangan, tak ada rumah lainnya di dekat rumah Budi. Sekeliling rumah Budi yang bergaya minimalis tiga lantai itu hanya tanah kosong dengan semak-semak dan pohon. Jarak terdekat rumah lainnya ke rumah Budi sekitar 100 meter. Budi bekerja di sebuah perusahaan swasta di kawasan Jalan Asia Afrika. Sekitar enam buah mobil mewah terparkir di garasi rumah tersebut.

dtc/ tiw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…