Rabu, 18 Agustus 2010 15:26 WIB News Share :

Pejabat pasang baliho, tapi enggan bayar pajak

Salatiga (Espos)–Sejumlah pejabat publik di Salatiga berlomba-lomba menarik simpati masyarakat melalui pemasangan baliho dan reklame ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dan semacamnya. Pemasangan baliho dan reklame ini terkait dengan pelaksanaan Pilkada Salatiga pada 2011 nanti.

Namun sayangnya, dari sekian tokoh dan pejabat publik yang memasang baliho tersebut hanya sebagian kecil saja yang telah menunaikan kewajiban mereka yakni membayar pajak reklame.

Berdasarkan pantauan Espos, Rabu (18/8), beberapa tokoh masyarakat dan pejabat publik yang memasang baliho untuk menarik simpati masyarakat antara lain Milhous Teddy Sulistyo (Ketua DPRD Salatiga/Ketua DPC PDIP Salatiga), Rosa Darwanti (anggota DPRD Salatiga/isteri Walikota Salatiga), Toto Suprapto (anggota DPRD Salatiga/Ketua Dewan Pimpinan Kota PKPI Salatiga) dan Muhammad Haris (Anggota DPRD Jateng dari PKS). Namun dari sekian tokoh yang memasang reklame hanya Rosa dan M Haris saja yang telah membayar pajak reklame.

Kepala Bidang Pendapatan dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Salatiga, Prasetyo Ichtiarto mengatakan reklame ucapan selamat yang dipasang para tokoh dan pejabat publik yang ada saat ini tergolong untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan umum. Sehingga reklame tersebut dikategorikan reklame komersial, dan wajib membayar pajak sesuai Perda. Nilai pajaknya sejatinya tak seberapa yakni Rp 5.000/meter/bulan.

Sepengetahuannya, jelas Prasetyo, baru reklame milik Rosa Darwanti saja yang telah membayar pajak karena pemasangannya melalui biro iklan. Sedang reklame milik M Haris ia mengakui belum mengetahui secara pasti. Namun jika ada tanda stiker khusus warna hijau pada reklame tersebut, menurutnya, berarti sudah membayar pajak.

Dikonfirmasi, Ketua DPD PKS Salatiga, Latif Nahari, menegaskan jika reklame milik M Haris yang digadang-gadang menjadi calon Walikota Salatiga dari PKS ini sudah dibayar pajaknya, kendati tidak semua. Dari sekitar 50 reklame yang dipasang, lebih dari 50 persennya sudah dibayarkan pajaknya.

Sementara M Teddy Sulistyo mengakui dirinya belum membayar pajak atas reklame yang ia pasanng. Ia mengira bahwa reklame ucapan selamat masuk dalam kategori reklame sosial yang tak dikenai pajak. Namun ia menyatak siap jika harus membayar pajak atas reklame yang ia pasang.

kha

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…