Rabu, 18 Agustus 2010 16:55 WIB News Share :

MUI
Banyak makanan tak layak konsumsi beredar

Salatiga (Espos)–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Salatiga meminta instansi terkait dan aparat penegak hukum segera melakukan penertiban atas peredaran makanan tak layak konsumsi di Kota Salatiga.

Ditemui di Mapolres Salatiga, Selasa (17/8), Ketua MUI Kota Salatiga, KH Syaifudin Zuhri, mengaku sering menjumpai para pedagang yang masih menjual daging sapi glonggongan dan daging ayam mati kemarin (Tiren). Kondisi ini menurutnya bisa membahayakan kondusifitas salatiga selain kondisi kesehatan masyarakatnya.

“Saya sering ke pasar. Pokoknya kalau ada penjual menjual dagangannya pakai karung itu pasti daging ayam mati (Tiren). Begitu juga dengan daging yang dijual disamping (secara tersembunyi),” ujarnya kepada wartawan.

MUI, sambungnya tak memiliki otoritas untuk melakukan tindakan represif terkait hal itu. Oleh karenanya ia meminta agar instansi terkait yakni Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Pengelolaan Pasar Kota Salatiga beserta aparat kepolisian bisa merespons kejadian itu.

“Karena (operasi penertiban) ini melindungi dan mendidikan masyarakat agar jujur dalam berdagang. Rakyat kita semakin sakit karena makanan yang kita konsumsi tidak sehat,” sambung Syaifuin Zuhri.

Menyangkut permintaan terebut, Kepala Disperindagkop UMKM dan Pengelolaan Pasar Kota Salatiga, Petrus Resi, belum memberika tanggapan lantaran tak bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon selulernya tak dijawab.

kha

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…