Rabu, 18 Agustus 2010 13:38 WIB News Share :

Masih banyak titik rawan longsor di jalur mudik

Bandung–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi meminta pemerintah melengkapi rambu-rambu peringatan rawan longsor di sepanjang jalur mudik Lebaran 2010.

“Sebagian rambu sudah dipasangkan, namun masih banyak titik rawan longsor yang belum dilengkapi rambu rawan longsor. Instansi terkait diharapkan melengkapinya segera di jalur itu,” kata Kepala Bidang Gerakan Tanah  dan Gempa Bumi PVMBG I Gede Suantika di Bandung, Rabu (18/8).

Menurut dia, terdapat puluhan titik rawan longsor di jalur mudik di Jawa, khususnya di jalur tengah dan jalur Selatan Jawa. Namun sebagian besar rawan longsor di kawasan jalur Selatan mulai dari Jabar, Jateng hingga Jawa Timur. Termasuk juga di kawasan rawan longsor Tanjakan Cadas Pangeran di Kabupaten Sumedang.

Untuk mengantisipasi longsor di jalur utama, PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk melakukan antisipasi dan melakukan mitigasi saluran kedap air di jalan dan menghindari aliran yang memotong lereng. Bila terjadi gerakan tanah berupa retakan, harus ditutup dan dipadatkan mencegah masuknya air melalui retakan.

“Yang jelas pengawasan tonase kendaraan yang melintas di jalur rawan gerakan tanah perlu ditingkatkan, karena menjadi salah satu penyebab gerakan tanah,” katanya.

Sementara itu jalur rawan longsor di jalur utama Pantura dan Jalur Selatan antara lain ruas Jonggol – Cariu – Cianjur, Puncak, Sindangbarang – Sukabumi. Kemudian jalur Sumedang – Subang, Sumedang – Kadipaten. Purwakarta – Tegal, Purbalingga – Pemalang, Batang – Kendal, Waleri – Parakan Km 23-26.

Selanjutnya di jalur Selatan  Bandung – Garut – Tasikmalaya,  Semarang – Ambarawa, Karangananyar –  Magetan, Pare – Pujon, Pacet- Pujon. Ponorogo- Trenggalek, Magelang – Salatiga, Banjarnegara – Wonosobo, Blitar – Malang, Kepanjen –  Lumajang serta ruas  Probolinggo – Sukapura.

ant/rif

lowongan kerja
lowongan kerja NUPEST CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…