Rabu, 18 Agustus 2010 12:16 WIB News Share :

Marzuki Alie
Siapa saja kan boleh beri souvenir

Jakarta–Pembagian souvenir buku putra dan istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada upacara HUT RI ke-65 di Istana menuai kritik tajam. Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie pun angkat bicara.

“Siapa saja kan boleh memberi souvenir. Kenapa ini menjadi ramai?” ujar Marzuki, yang juga Ketua DPR Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/8).

Marzuki menilai, siapapun punya kesempatan dan peluang sama untuk memberikan cinderamata saat upacara detik-detik proklamasi di Istana digelar. Siapapun penyumbang, dipersilakan memberikan kontribusi.

“Selama ini kan tidak pernah ramai. Bagi orang yang mau menyumbang tidak ada masalah,” tegas Marzuki. Maka itu, Marzuki mengimbau agar pembagian buku Agus Harimurti Yudhoyono dan Ani Yudhoyono tidak dipermasalahkan.

Begitu juga dengan dilantunkannya lagu ciptaan SBY yang dinyanyikan oleh paduan suara saat upacara pengibaran bendera. “Lagu SBY juga sering dinyanyikan, dan sepanjang bagus tidak ada masalah,” ujar Marzuki.

Dalam upacara HUT RI ke-65 kemarin di Istana, para tamu undangan dibagikan buku Agus Harimurti Yudhoyono. Para tamu juga mendapat buku tentang batik dari Ani Yudhoyono.  Dalam acara itu beberapa  lagu ciptaan SBY dinyanyikan tim paduan suara.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…