Rabu, 18 Agustus 2010 12:56 WIB News Share :

Kak Seto
Pelecehan seksual di Tim Paskibra harus ditangani serius

Jakarta–Pemerhati masalah anak Seto Mulyadi meminta agar dugaan pelecehan seksual di tim Paskibra Pemprov DKI Jakarta diusut. Jangan sampai perkara seperti ini didiamkan dan membuat trauma.

“Itu harus ditangani dengan serius. Korban bisa segera melapor ke polisi sesuai UU Perlindungan Anak terkait pasal 82 tentang pencabulan,” kata pria yang akrab disapa Kak Seto saat dihubungi detikcom, Rabu (18/8).

Kak Seto menyesalkan dan berharap kejadian itu tidak terulang. “Itu tidak bisa dibenarkan. Penggojlokan tidak dengan cara seperti itu,” terangnya.

Dia menduga ada motif tertentu dari senior Paskibra yang meminta peserta wanita memakai handuk saja. “Yang paling penting diduga ada unsur pelecehan seksual karena anak menjadi trauma,” jelasnya.

Semestinya lembaga Paskibra bisa melakukan penggojlokan dengan cara yang ksatria, tidak dengan sesuatu yang bermotif pelecehan seksual atau pun tindak kekerasan.

“Disiplin tidak identik dengan kekerasan. Disiplin bisa dilatih dengan cara yang kreatif dan gembira, bisa dilihat dalam model outbond,” imbuhnya.

Kak Seto menegaskan, sesuatu yang mengandung kekerasan fisik dan psikologis, juga seksual, bisa membuat sesorang menjadi trauma. “Harus ada sanksi pidana bagi pelakunya, kita berpegang pada UU,” tegasnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…