Rabu, 18 Agustus 2010 23:29 WIB Boyolali Share :

Isteri anggota polisi dirampok, uang dan perhiasan raib

Boyolali (Espos)–Perampokan terjadi di wilayah Boyolali, Rabu (18/8). Pelaku perampokan nekat menyatroni rumah seorang anggota Polres Boyolali, Bripka Hery Priyadi, warga Jl Prof Soeharso, Dukuh Wates, Desa Mojosongo, Boyolali.

Aksi perampokan itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB. Pelaku mendatangi rumah korban yang berada di jalur lingkar utara Boyolali itu dengan mengendarai sepeda motor jenis bebek. Saat kejadian di rumah tersebut hanya ada istri Hery, Atika Sulistyowati,32, bersama anaknya yang masih berusia enam bulan, Icha. Sedangkan suaminya sudah berangkat kerja dan dua anaknya tengah bersekolah.

Kepada wartawan yang menemui di kediamannya, Rabu, Atika mengatakan peristiwa itu berawal saat dirinya didatangi seorang yang tak dikenal. Orang itu, jelas Atika mengaku pegawai dari PLN. Setelah mengetuk pintu dan ditemui korban, pelaku menanyakan keberadaan suaminya. “Saat itu pelaku mengatakan kalau suami saya ada masalah dengan listrik. Tapi lucunya saat itu yang dibawa pelaku rekening PDAM, bukan rekening listrik,” ujar Atika, Rabu.

Atika menambahkan setelah mengatakan perihal kedatangannya, pelaku kemudian mendorong korban agar masuk ke dalam rumahnya. Selain itu, dirinya yang tengah menggendong anaknya juga dibungkam dan ditodong pisau di lehernya. “Sebetulnya saya sudah minta agar pelaku di luar rumah saja, tetapi ternyata terus mendorong saya masuk rumah dan mengancam akan dibunuh jika berteriak,” tandas Atika.

Kemudian, dirinya didorong pelaku masuk ke kamar. Pelaku, imbuh Atika, juga memintanya agar menyerahkan harta bendanya. “Saya katakan saya tidak punya, tetapi pelaku terus mendesak untuk menyerahkan,” papar dia. Atika mengatakan setelah berada di kamar, pelaku memintanya untuk menidurkan anaknya. Tetapi, karena anak menangis, akhirnya dirinya menggendong kembali. “Kemudian saya mengambil uang yang ada di dompet. Uang saya serahkan. Tetapi pelaku masih meminta saya menyerahkan lagi benda berharga,” paparnya.

Setelah memperoleh uang Rp 300.000, pelaku juga menyambar Ponsel miliknya. Bahkan, imbuh Atika, pelaku juga mengambil gelang emas yang dipakai anaknya dan beberapa perhiasan imitasi miliknya dan ketiga anaknya tersebut.

Atika mengaku saat menjalankan aksinya, pelaku tidak mengenakan penutup wajah. Pelaku, imbuhnya, hanya mengenakan helm dan berjaket hitam. “Wajah pelakunya mirip pelawak Narji dan agak hitam,” papar dia.

Sebelum kabur, imbuh Atika, pelaku juga memaksa agar dirinya menutup mukanya dengan kain. Namun, dengan dalih harus menggendong anaknya, pelaku mengurungkan niatnya. “Dia juga akan mengikat kedua tangan saya, tetapi saya tegaskan kalau diikat saya tidak bisa menggendong anak saya,” tukas dia. Niat mengikat itu pun kembali pupus.

Tetapi saat akan kabur, pelaku sempat akan menyambar HP yang tengah di charge. Tetapi, korban meminta agar pelaku tidak mengambil HP satu-satunya milik korban, karena untuk berhubungan dengan keluarganya. Pelaku kemudian merelakannya dan langsung kabur.

“Saya tidak sempat mencatat Nopol motor pelaku,” papar dia. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Mojosongo dan diteruskan ke Polres Boyolali. Petugas yang memperoleh laporan langsung mendatangi rumah korban untuk penyelidikan lebih lanjut. Saat ini kasus itu masih dalam penanganan pihak kepolisian. Akibat peristiwa perampokan itu, korban menderita kerugian sekitar Rp 2,1 juta.

fid

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…