Rabu, 18 Agustus 2010 12:26 WIB Ekonomi Share :

Ekspor kerajinan RI bakal tembus US$ 600 juta

Jakarta–Himpunan Masyarakat Perajinan Indonesia (Himpi) optimistis mampu merealisasikan ekspor produk kerajinan hingga US$ 600 juta di 2010. Hingga triwulan I-2010 kinerja ekspor kerajinan Indonesia menembus US$ 143 juta atau naik 18,25%.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpi, Siti Suprapti dalam acara Himpi Expo 2010 di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (18/8). “Tahun 2010 ini diharapkan mencapai US$ 600 juta, karena ditopang oleh pulihnya ekonomi global,” kata Suprapti.

Pada tahun 2009, total ekspor produk kerajinan Indonesia mencapai US$ 558 juta. Siti menjelaskan selama ini produk-produk kerajinan lebih banyak terserap di pasar Jepang hingga 17%, pasar Amerika Serikat 16,5%, dan sisanya di berbagai pasar di dunia termasuk Eropa. “Peluang pasar ekspor di pasar AC-FTA (ASEAN-China) harus dimanfaatkan maksimal,” katanya.

Untuk menggenjot hal tersebut, lanjut Siti, maka inovasi dan kreasi produk menjadi kunci yang penting. Selain itu promosi yang efektif akan menentukan perluasan pasar termasuk pasar ekspor. “Dengan promosi maka produk kita bisa dikenal orang, dalam dan luar negeri,” katanya.

Ia menambahkan saat ini ada tren penurunan keanggotaan dari Himpi,¬† pada masa kejayaannya Himpi pernah mewadahi 12.000 perajin, namun saat ini hanya kurang lebih 4000 perajin anggota Himpi. “Cenderung berkurang, ada sebagian mati, dan ada yang tumbuh baru,” ucapnya.

dtc/ tiw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
ISI Bukan Kampus Zombi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (23/8/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gmail.com Solopos.com, SOLO¬†— Institut Seni Indonesia (ISI) Solo segera dipimpin rektor baru. Rektor Sri Rochana Widyastutieningrum…