Rabu, 18 Agustus 2010 10:28 WIB Hukum Share :

Diancam bom karyawan bank NTT cemas

Kupang–Akibat ancaman bom oleh pelaku tak dikenal, Rabu (18/8) dini hari, para karyawan Bank Nusa Tenggara Timur (NTT), dilanda kecemasan.

“Para karyawan tetap bekerja melayani nasabah namun tetap diselimuti rasa cemas akibat ancaman bom tersebut,” kata salah seorang Satpam bank milik pemerintah Provinsi NTT ini, Yuven Ornay, Rabu.

Ia menjelaskan pada Rabu dini hari, ada sekelompok orang tidak dikenal melempar benda asing ke halaman parkir Bank NTT di Jalan WJ Lalamentik Kupang yang diduga kuat adalah bom. Satpam bank NTT menemukan benda asing tersebut dan dibuang oleh seseorang dari mobil Avansa ke rimbunan pot bunga.

Melihat kejadian itu, Satpam langsung menghubungi Polresta Kupang dan beberapa saat kemudian tim Gegana dari Brimobda Polda NTT tiba di lokasi kejadian lalu menjinakan benda asing itu lalu meledakannya.

Saat tim Gegana Brimobda tiba di tepat kejadian peristiwa, langsung melakukan pengamanan terhadap warga yang mendekat ke area lokasi temuan yang diduga bom di halaman pusat Bank NTT.

Tim Gegana akhirnya berhasil meledakkannya, namun para karyawan Bank NTT masih tetap merasa cemas dengan ancaman tersebut.

Polce, 30, karyawan  Bank NTT yang dihubungi terpisah mengaku masih cemas dengan ancaman itu, namun dirinya semakin tenang ketika melihat sejumlah anggota polisi masih berada di pelataran bank tersebut.

Hingga saat ini, pihak Gegana Brimobda NTT masih menyelidiki benda asing yang telah diamankan sambil memintah warga untuk membantu kepolisian mengungkap identitas mobil yang membawa bom tersebut.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…