Rabu, 18 Agustus 2010 23:01 WIB Boyolali Share :

Cuaca tak menentu, ratusan ribu bibit ikan mati

Ngemplak (Espos)–Perubahan iklim yang menyebabkan cuaca tak menentu membuat ratusan ribu bibit ikan lele milik petani ikan di Desa Ngesrep, Ngemplak mati. Akibat kejadian itu, kerugian yang mereka tanggung mencapai jutaan rupiah.

Salah satu petani ikan lele, Sapardi menyatakan dari sekitar 200.000 bibit ikan lele yang disebar di lima kolam yang selamat tinggal 6.000 ikan saja. Sebanyak 194.000 bibit ikan lele yang lainnya mati karena dipengaruhi cuaca yang tak stabil. “Usia bibit ikan lele yang mati itu sekitar tiga pekan. Memang umur tiga pekan merupakan masa yang paling rawan bagi bibit ikan lele di saat cuaca tak menentu seperti sekarang ini,” jelas Sapardi saat dijumpai Espos, Rabu (18/8), di kediamannya.

Petani ikan lele yang memiliki 17 kolam itupun mengalami kerugian yang cukup besar. Karena hasil yang ia dapatkan tak mampu menutupi biaya kebutuhan pemeliharaan dan pembelian pakan. “Sisa 6.000 bibit ikan lele yang masih hidup itu saja jual hanya laku sekitar Rp 360.000 padahal untuk beli pakan saja sampai Rp 1,2 juta . Saya beli pakan cacing dan juga pakan dari toko. Kerugian itupun belum mencakup cacing yang saya cari sendiri,” urainya.

Dia menjelaskan perubahan iklim yang terjadi saat ini bukanlah cuaca yang bersahabat untuk bibit ikan. Karena, suhu udara mudah berubah sewaktu-waktu dan bibit ikan sulit menyesuaikan diri. Daya tahan bibit ikan itu akhirnya menurun drastis.

Sapardi yang ditunjuk sebagai koordinator pengendalian mutu dan kualitas ikan Kelompok Sejahtera Mandiri menambahkan perubahan cuaca menuntut petani harus lebih telaten mengurus ikannya bahkan perlu melakukan tindakan khusus. Di antaranya menutup 75% bagian kolam menggunakan paranet dan mengubah pola waktu pemberian makan.

Petani ikan lele lainnya, Sholikin juga mengalami kerugian atas matinya ratusan ribu bibit ikan lele miliknya. Ia berharap Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali bisa memberikan perhatian dan pembinaan pada petani ikan di desanya. “Biasanya dari Dinas Peternakan dan Perikanan ada semacam pembinaan. Tapi kali ini belum ada”.

hkt

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…