Rabu, 18 Agustus 2010 10:27 WIB News Share :

Ba'asyir tak kenal WN Prancis Frederic

Jakarta–Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir menolak dikait-kaitkan dengan warga negera Prancis yang diduga terlibat teroris Bandung Frederic C Jean Salvi alias Ali. Ba’asyir tidak mengenalnya.

“Mengada-ada mengaitkan Ustadz dengan kasus Bandung. Ustadz tidak mengenal dia,” kata Koordinator Tim Pengacara Muslim, Achmad Michdan, Rabu (18/8).

Menurut dia, Kepolisian sebaiknya mendalami keterlibatan oknum Polri dan Dulmatin, terutama dalam masalah senjata. “Itu yang harusnya digali. Masa terlalu gegabah senjata sampai ke tangan mereka. Kalau disangka itu anak buah Ustadz, bagaimana Kapolri dengan anak buahnya,” papar Michdan.

Michdan mengatakan, belum ada agenda pemeriksaan Ba’asyir untuk hari ini. Demikian pula dengan rencana pemindahan sel tahanan Ba’asyir.

“Itu agenda polisi untuk dipindahkan ke tempat yang sehat karena selama ini ruangnya tidak ada ventilasi udara. Kalau Ustadz, terserah kepada kuasa hukumnya dan tim medis saja,” kata Michdan.

Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi memastikan, warga negera Prancis yang terkait teroris Bandung memiliki nama lengkap Frederic C Jean Salvi alias Ali. Pria berusia 41 tahun itu lahir di Pontarlier, Prancis.

Mabes Polri¬† menyatakan, pihaknya menyita satu unit mobil Mitsubishi Galant dalam operasi penggerebekan terorisme, yang berujung pada penangkapan Abu Bakar Ba’asyir. Mobil yang dibeli oleh seorang pria warga Prancis itu hendak dipersiapkan menjadi bom mobil.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…