Rabu, 18 Agustus 2010 14:07 WIB Solo Share :

Antisipasi “pasar tumpah”, DPP siap lakukan penataan

Solo (Espos)–Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo bersiap melakukan penataan terhadap munculnya “pasar tumpah” yang biasa terjadi menjelang perayaan Lebaran.

Diperkirakan penambahan jumlah pedagang selama masa itu mencapai 10 persen dari jumlah pedagang pasar yang ada saat ini, atau sekitar 2.000 orang. Kepala DPP Kota Solo, Subagiyo mengemukakan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, antara lain Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satpam pasar terkait penataan di beberapa pasar untuk mengantisipasi munculnya “pasar tumpah”.

“Biasanya “pasar tumpah” tersebut muncul sekitar H-3 Lebaran, di mana pada pasar-pasar tersebut jumlah pedagang bertambah karena banyak pedagang dari luar yang datang dan ikut berjualan di pasar-pasar tersebut, sehingga kondisi pasar menjadi overload,” ungkap Subagiyo ketika ditemui wartawan di Balaikota Solo, Rabu (18/8).

Subagiyo menjelaskan penataan terhadap “pasar tumpah” terutama dilaksanakan di beberapa pasar yang cenderung tingkat keramaiannya tinggi, termasuk yang jalur padat lalu lintas, antara lain Pasar Sidodadi (Kleco), Pasar Gede, Pasar Harjodaksono, Kawasan Matahari Singosaren, Pasar Nusukan, Pasar Joglo, serta Pasar Kembang dan Pasar Kadipolo. Selain mendorong pedagang untuk masuk ke dalam pasar, Subagiyo menyatakan penataan juga mencakup penataan parkir kendaraan di masing-masing pasar yang ada. Namun menurut Subagiyo, penataan pasar tersebut akan dilakukan sesuai kondisi pasar.

sry

Lowongan Pekerjaan
SMP-SMA INSAN CENDEKIA SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


1

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…