Selasa, 17 Agustus 2010 22:21 WIB Wonogiri Share :

Wariskan alat pertanian dan ternak, Tino gantung diri

Wonogiri (Espos)--Entah apa yang ada dalam pikiran Tino, 75, warga Desa Selorejo, Kecamatan Girimarto sehingga nekat melakukan aksi bunuh diri di bulan Ramadan. Sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (16/8), petani tersebut ditemukan salah satu anaknya telah tewas gantung diri menggunakan tali plastik di kamar mandi.

Aksi ini menambah panjang deretan pelaku bunuh diri dengan cara menggantung di Wonogiri. Kepala Desa Selorejo, Girimarto, Parman, saat dihubungi Espos, Selasa (17/8) mengaku tidak bisa memastikan apa yang menyebabkan Tino melakukan aksi nekat tersebut. Meski sudah lanjut usia, Tino dikenal cukup sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit menahun. Namun, berdasarkan keterangan pihak keluarga, beberapa hari sebelum gantung diri, Tino berpamitan dan pergi dari rumah.

“Hal itu sempat membuat keluarganya panik. Tapi tiga hari kemudian, dia pulang dan hanya berselang tiga hari setelah itu, tepat saat sahur, tubuhnya ditemukan tergantung di kamar mandi,” ungkap Parman.

Dia menambahkan sebelum gantung diri, Tino juga sempat berpesan kepada anak-anaknya agar merawat alat-alat pertanian dan hewan ternaknya. Rupanya itu adalah pesan terakhir sebelum Tino pergi menyusul isterinya yang sudah meninggal terlebih dahulu beberapa waktu sebelumnya.

Sementara itu, Camat Girimarto, Endrijo Rahardjo, dalam laporannya kepada Bupati, mengatakan begitu mendengar kabar tersebut Muspika langsung terjun melakukan pemeriksaan. Hasilnya, kematian Tino murni karena bunuh diri.

shs

CV.MULTIKOMUNIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…