Selasa, 17 Agustus 2010 21:47 WIB Sragen Share :

Warga Bagor nantikan suplai air bersih

Sragen (Espos)–Warga Dukuh Genengsari, Desa Brojol menantikan suplai air bersih dari sumur sedalam 80 meter yang baru saja dibangun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen.

Musim kemarau yang segera tiba, membuat warga khawatir. Sebab pada musim kering tersebut warga harus mencari air ke dukuh seberang yang berjarak sekitar 2 kilometer (km). Untuk mendapat air, warga harus ngangsu (mengambil air-red)  setiap pagi dan sore hari dengan berjalan kaki. Warga Dukuh Genengsari, Desa Bagor, Giyem mengatakan pada musim kemarau warga setempat biasa mengambil air ke dukuh lain atau mengambil air ke sungai terdekat. “Sumur saya 7 meter. Kalau saat seperti ini ya airnya mulai susah. Untuk minum, masak dan cuci piring, ya harus ngangsu. Bapaknya yang ngangsu,” ungkap Giyem, saat ditemui Espos, di kediamannya, pekan lalu.

Ketua Rt 18 Dukuh Genengsari, Bagor, Sisworejo mengakui kondisi yang dialami warga di lingkungannya. Untuk itu, pihaknya sangat berharap air bersih dari sumur bantuan DPU tersebut. Sisworejo juga menyebut, saat ini warga telah menyiapkan instalasi berupa pipa plastik untuk mengalirkan air ke rumah masing-masing. “Kami harap segera bisa mengalir, agar kami juga bisa mendapat air bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bagor, Edi Sutrisno menandaskan sumur air dalam bantuan DPU tersebut sebenarnya sudah bisa digunakan. Hanya saja, dia menjelaskan, masih ada sejumlah warga yang belum melengkapi instalasi menuju rumah masing-masing. Untuk melengkapi kebutuhan instalasi air bersih, masing-masing warga memang harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 200.000.

Rencananya, Edi melanjutkan, air dari sumur dalam akan dialirkan ke 25 kelapa keluarga (KK) di Dukuh Genengsari. Air bersih yang keluar dari sumur itu memiliki debit besar, mencapai 2 liter per detik. “Ini sudah beroperasi sebenarnya, tinggal dari warga menyiapkan instalasinya. Terserah warga, bagaimana kesiapan mereka,” pungkas dia.

tsa

Distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…