Selasa, 17 Agustus 2010 13:59 WIB News Share :

Tujuh nelayan Malaysia dideportasi lewat Batam

Batam–Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melepaskan tujuh nelayan Malaysia yang memasuki perairan Indonesia. Pelepasan ini dilakukan melalui Pelabuhan Internasional Batam Center.

“Para nelayan ini dikawal langsung oleh pihak DKP yang dimpimpin Yuslibar dari DKP Tanjung Pinang,” kata Direktrur Polisi Air Polda Kepri, AKBP Yasin Kosas, Selasa (17/8).

Yasin menjelaskan, pelepasan itu berlangsung pada pukul 06.00 WIB. Para nelayan Malaysia itu dibawa dari Markas Dit Pol Air Polda Kepri menuju pelabuhan internasional, Batam Center. Nelayan-nelayan Malaysia itu kedapatan mencuri ikan di wilayah laut Pulau Bintan, Kepri, pada 13 Agustus lalu. Kapal Patroli DKP kemudian  memergoki kapal-kapal nelayan itu.

Lantas tujuh orang nelayan ditangkap untuk dibawa ke dermaga. Sedangkan tiga anggota DKP pindah dari kapal Patroli ke kapal nelayan Malaysia untuk digiring ke dermaga. Apesnya, baru perjalanan 45 menit, kapal Patroli DKP dihadang kapal Polisi Diraja Malaysia.

Polisi Malaysia ini meminta agar tujuh nelayan itu dibebaskan. Malah mereka melepaskan dua kali tembakan ke arah kapal patroli DKP. Karena tidak memiliki senjata, akhirnya kapal DKP terus membawa tujuh nelayan Malaysia. Namun lima kapal nelayan Malaysia akhirnya dibawa ke Johor bersama tiga petugas DKP.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…