Selasa, 17 Agustus 2010 22:54 WIB Solo Share :

Tim Banjir tak penuhi deadline

Solo (Espos)–Tim Penanggulangan Banjir Pemkot Solo tidak bisa memenuhi deadline dari DPRD Solo untuk menyajikan data program relokasi warga bantaran Bengawan Solo.

“Dalam pertemuan pekan lalu, Tim Penanggulangan Banjir kami beri waktu tiga hari agar bisa menyajikan data. Harusnya Senin kemarin sudah menyerahkan data, tapi sampai saat ini saya belum pegang. Sampai sekarang belum diserahkan ke Pimpinan Dewan,” kata Wakil Ketua DPRD Supriyanto, Selasa (17/8).

Dia mengatakan, tidak bisa diserahkannya data relokasi menunjukkan Tim Penanggulangan Banjir lemah secara administrasi ataupun lapangan. “Ini semakin menguatkan saja. Secara administrasi lemah dan di lapangan juga lemah dengan adanya temuan-temuan itu,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Supriyanto menegaskan, pihaknya akan memanggil ulang Tim Penanggulangan Banjir. Rencananya, Tim Penanggulangan Banjir dipanggil, Kamis (19/8) besok. Selain meminta data program relokasi, Dewan juga akan meminta laporan secara terperinci pelaksanaan program itu dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Supriyanto mengatakan, setelah Tim Penanggulangan Banjir diklarifikasi, maka legislatif juga akan mengklarifikasi Pokja, Subpokja dan warga penerima hibah (WPH). Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3A & KB), Widdi Srihanto belum bisa dimintai konfirmasi. Saat beberapa kali dihubungi, Ponselnya tidak aktif.

dni

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…